Rumus PLN Rugikan Riau
Serikat Pekerja PLN Lakukan Protes
Sinyalemen yang diungkapkan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Jumat (17/7) lalu, bahwa PLN tidak adil terhadap Provinsi Riau sehingga mengalami pemadaman lebih lama dibandingkan daerah lain yang masuk dalam interkoneksi Sumatera Bagian Tengah (Sumbangteng) terbukti.
Pihak PLN akhirnya mengakui bahwa parahnya kondisi listrik yang sedang terjadi di Riau belakangan, khususnya Pekanbaru, disebabkan meningkatnya kuota pemadaman listrik yang dibebankan ke Provinsi Riau sesuai dengan rumus baru pembagian daya.
Peningkatan kuota pemadaman itu dilakukan berdasarkan formulasi baru yang ditetapkan oleh Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Sumatera (P3BS) melalui Unit Pengatur Beban (UPB) Sumbagteng. “Seiring dengan adanya formulasi baru itu, terpaksa Riau mendapat jatah pemadaman yang lebih besar daripada Sumatera Barat (Sumbar). Berbeda dengan rumus sebelumnya, sekarang jatah listrik untuk sebuah daerah dilihat dari banyaknya jumlah pembangkit yang ada di daerah itu,” ujar Denden Ruhdani MK, Manajer Unit Pengatur Beban Sumbagteng menjawab Riau Pos, Senin (20/7).
Pihaknya sebagai Unit Pengatur Beban adalah menjalankan keputusan yang sudah diputuskan manajemen yang lebih tinggi. Dan, hal tersebut sudah berjalan dengan baik sejak 10 Juli 2009 lalu.
Selain itu, lanjut Denden, ada tiga penyebab lainnya sehingga muncul kebijakan untuk mengurangi jatah listrik untuk Riau. Yakni soal pertumbuhan pemakaian listrik di Riau yang mengalami peningkatan secara tajam, turunnya debit air di sejumlah PLTA, dan posisi Riau yang berada di bagian ujung jaringan interkoneksi.
Untuk penjelasan pertama, katanya, berdasarkan evaluasi manajemen dinilai PLN di Riau tidak mampu mengawal pertumbuhan keperluan listrik di daerahnya. Pertumbuhan pemakaian listrik di Riau semakin hari makin besar. Oleh sebab itu, P3BS memandang Riau perlu mendapat penalti.
“Kemudian, adalah soal defisit daya dimana pembangkit-pembangkit yang di kawasan Sumbagteng sedang mengalami penurunan. Semua PLTA kita sedang turun debit airnya dan kita perlu mengatur pemakaiannya yang tentu saja dengan mengurangi penggunaan air waduk,” ujarnya.
Tentang posisi Riau yang berada di bagian ujung interkoneksi, Denden menjelaskan bahwa dalam rumus kelistrikan, listrik akan mengalami pengurangan selama masa penyalurannya. “Sehingga daya yang sampai ke ujung interkoneksi menjadi lebih kecil dibandingkan dengan besaran daya yang dilepas,” tukas Denden lagi.
Dikutip dari Riau Pos, 21 Juli 2009


This post has 2 comments
July 25th, 2009
Pernah juga mengalaminya dikota kelahiran saya yang akibatnya mati lampu udah kyk minum obat aja 3 kali sehari
July 25th, 2009
Wah dimana,boss…Disini parah bener neh..