Dalam 1 bulan terakhir ini, seluruh masyarakat di Propinsi Riau terutama di kota Pekanbaru merasakan pemadaman bergilir yang berdurasi 9-12 jam. Ini merupakan pemadaman bergilir yang terburuk. Seperti di lansir di beberapa media baik lokal dan nasional, PLN Riau terkesan pasrah dan tidak mau berusaha. Krisis yang sudah berkepanjangan ini tidak ada sedikitpun solusi dari pihak PLN. Mereka hanya mengharapkan dari sistem interkoneksi dan PLTA. Alasan yang dikemukan terkesan klasik yaitu turunnya debit air PLTA Koto Panjang. Seharusnya PLN sudah bisa mengantisipasi hal tersebut dan mempunyai planning untuk jangka pendek maupun panjang. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang diderita para pelaku usaha seperti pengelola Mall,hotel dan usaha-usaha kecil lainnya. Apalagi untuk para pemilik warnet dan fotokopi dipastikan mereka rugi besar.
Warga juga mengeluhkan banyaknya alat elektronik yang rusak akibat pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. Seperti biasa konsumen yang selalu dirugikan. Diperlukan perhatian dari pemerintah pusat untuk membantu mengatasi krisis listrik di propinsi Riau ini.